Budayakan Nge-Blogs…

Warnai hidup dengan ngeblogs…..

Anak kecil jaman sekarang udah jago nawar

Posted by pakpos pada Desember 15, 2007

Saya kadang ngga mengerti dengan anak kecil jaman sekarang. beda banget dengan anak kecil jaman dulu. kalau anak kecil jaman dulu itu terkesan polos lugu, sekarang anak-anaknya sudah lebih berani. berani dalam artian tidak sungkan-sungkan lagi untuk bicara. bahkan tidak jarang anak kecil jaman sekarang sudah bisa mengkritik… benar-benar kritis anak jaman sekarang.

ada satu hal lucu yang saya temui waktu ini. sehabis saya latihan musik bersama teman-teman, saya mampir dulu ke mini market jayakerti. mau beli coklat untuk diberikan kepada mrs. etuc.. karena dia dah mau menjaga laptop saya selama saya tinggalkan latihan main musik. perut udah keroncongan nih… belum makan dari tadi siang. Tadi siang ngga sempat makan siang karena banyak job. Akhirnya saya putuskan untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan dijayakerti. Pada saat itu saya lihat dagang makanan siap saji di depan jaya kerti, saya putuskan aja membeli sesuatu makanan disana, daripada perut saya lapar. sampai disana saya harus ngantri dulu nunggu giliran karena ada seorang cewe juga memesan sosis ayam disana. sang cewe sudah tampak kesal dan marah-marah gitu… mukanya ditekuk, tangannya didekapkan didada, potongan rambutnya udah kaya dora, pakai teng top lagi. setelah sossinya selesai digoreng dengan tidak sabar dia minta kepada mas penjual makanan tersebut. dengan nada marahnya yang sedikit manja kemudian dia menarik sosis yang disodorkan oleh mas penjual tadi dan memberikannya uang. dengan polos mas penjual sosis itu bertanya “mbak sambalnya….”. si cewe tersebut dengan marahnya dia menjawab ” ngga usah…!!!” dengan nada sedikit marah kemudian dia berlalu pergi. Saya yang dari tadi nunggu langsung nanya sama mas penjual makanan tersebut. “Mas, itu cewe kenapa mas..??? marah-marah gitu…” mas penjual menjawab “oh dia ngga sabar nunggu sosisnya digoreng”. kemudian saya melihat-lihat apa saja menu yang dimiliki oleh mas penjual tadi. saya putuskan memilih kentang goreng dan nugget ayam 4. di warung (apa ya namanya… tapi mirip kios sederhana gitu deh) ini harganya murah-murah. saya beli kentang goreng + nugget 4 aja 400 rupiah. pas nunggu kentang dan nugget itu digoreng, dateng deh 3 orang anak ingusan 2 cewe 1 cowo hendak membeli makanan juga… umur mereka kalau saya perkirakan sekitar 6-7 tahunan lah.  si anak cowo tadi bertanya pada mas penjuala  makanan tersebut “Mas ini berapa harganya…???” sambil menunjukkan kornet yang berwarna merah. “oh itu 200 dik… ” jawab penjual makanan. dengan polosnya si anak tersebut berkata “1500 deh mas…”. “wah, ngga bisa dik… itu harganya sudah pas…” jawab mas penjual makanan. “1500 deh mas ya…” kata anak itu lagi… ” wah, ngga bisa dik..” jawab mas penjual tadi dengan tersenyum. penjual cd playstation di sebelahnya ikut tertawa melihat anak-anak kecil yang udah bisa nawar itu. dalam hati saya bertanya “busyet, ini anak darimana nih belajarnya… bisa jadi kayak orang dewasa gitu nawarnya…”.

Ngga cuma makanan yang mereka tawar. terompet yang dijual oleh mas penjual makanan tersebut tidak luput dari tawaran anak-anak kecil tersebut. kali ini anak cewe yang bertanya “Mas, ini berapa harga terompetnya satu..??”. “1500 dik…” jawab mas penjual makanan. “APA..!!! Seribu lima ratus…!!!” teriak anak tersebut dengan nada sepeti orang kaget yang kaya pemain film amatiran ditv-tv pas kaget… “APA….!!!” kagetnya seperti dibuat-buat, kaku banget. “murah banget…” tambah anak itu lagi. “Iya dik, beli satu dong….” kata mas penjual makanan. “1000 deh mas” kata sianak cowok. saya dalam hati berkata “gubrakkkkk… tadi katanya murah… eh karang ditawar… dasar anak kecil, gayanya kaya ibu-ibu yang belanja di pasar tradisional yang pakai acara tawar menawar….”. saya jadi heran ini anak belajar darimana nih nawarnya. apa mereka biasa pergi kepasar bersama ortu mereka, sehingga mereka pakai acara nawar-nawar segala. Kalau anak-anak dulu kan kalem-kalem tuh… kalau mereka beli sesuatu mereka ngga pernah pakai acara tawar menawar. ya kalau mereka coock dibayar sesuai harganya… ngga pakai nawar… kalau anak sekarang wah lebih hebat lagi… sekarang pakai acara nawar.

setelah kentang+nugget ayam selesai digoreng, kemudian saya bayar dan meninggalkan mas penjual makanan tadi bersama anak-anak yang lagi asyik menawar. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: